Contoh Gaya Hidup Konsumerisme,

Contoh Gaya Hidup Konsumerisme, Hati-hati Terjebak

Contoh Gaya Hidup Konsumerisme – Gaya Hidup Konsumerisme, akan di jabarkan dalam artikel ini. Supaya menjadi pengingat, agar jangan sampai terjebak dan tersesat dalam gaya hidup yang tak sesuai kemampuan

Mengutip Sosiologi Jean Baudrilliard, konsumerisme di katakan adalah budaya konsumsi modern yang menciptakan hasrat untuk mengonsumsi sesuatu secara terus menerus. Dengan demikian, konsumerisme kerap di kaitkan dengan istilah boros, hedon, dan juga glamour.

Masih menurut Baudrillad, seseorang yang memiliki gaya hidup konsumerisme biasanya ingin menunjukan status sosialnya. Sehingga, perilaku konsumtif ini orientasinya bukan kebutuhan melainkan hanya lifestyle belaka.

Masih bingung seperti apa gaya hidup konsumerisme itu? Berikut adalah contoh gaya hidup konsumerisme yang di kutip dari berbagai sumber

1. Koleksi Barang Branded Terbaru Untuk Status Sosial

Jaman sekarang, tak di pungkiri status sosial seseorang bukan hanya di tentukan oleh rumah dan juga kendaraan yang di miliki. Tetapi juga berbagai barang branded yang di kenakan di tubuh, juga menjadi penanda status sosial seseorang. Itulah kenapa, banyak orang berlomba lomba membeli barang branded yang baru rilis atau produk limited edition.

2. Beli Barang Karena Tren Di Medsos

Selain karena status sosial, kini banyak juga orang yang membeli produk tertentu hanya karena barang tersebut tengah tren di media sosial (medsos). Orang orang yang terjebak dalam gaya hidup konsumerisme ini, seolah tidak ingin melewatkan tren di medsos, apa pun trennya.

Baca Juga : Ciri Ciri Gaya Hidup Budget Pas Pasan Jiwa Sosialita

3. FOMO

Alias Fear of Missing Out (Fomo), juga menjadi penyebab masyarakat membeli barang barang terbaru FOMO atau takut ketinggalan zaman. Ada kecemasan takut dirinya tak di anggap menjadi bagian masyarakaat atau komunitas sosial lagi, jika tidak ikut tren yang berkembang. Entah itu membeli barang, konser atau kuliner

4. Konsumerisme Pada Perayaan Idul Fitri

Biasanya pada perayaan Idul Fitri, masyarakat yang beragama menggandakan pengeluarannya, antara lain untuk membeli barang barang yang akan di pakai pada saat silaturahmi nanti. Ini menjadi sebuah kebiasaan setiap Idul Fitri dan masyarakat menjadi lebih konsumtif dan melakukan pemborosan.

5. Konsumerisme Ruang

Konsumerisme ruang menyebabkan hancurnya lingkungan karena pemakaian yang berlebebihan oleh masyarakat. Sebab, masyarakat terobsesi untuk mempunyai kendaraan harus lebih dari satu, jalan jalan semakin tidak teratur, sehingga ruangan terbuka hijau semakin berkurang dan ancaman bencana banjir di musim penghujan akan semakin tinggi.

6. Beli Perhiasan Untuk Pamer

Mengumpulkan perhiasan dan jam tangan mewah bukan untuk investasi jangka panjang, tapi hanya untuk pamer ke orang sekitar. seperti teman atau kerabat agar di puji dan dianggap kaya raya. Dampak buruknya, memiliki cadangan keuangan yang nilainya tidak berkurang dari zaman ke zaman. Sementara jam tangan mewah ini nilai kegunaannya terus berkembang